<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170</atom:id><lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 21:40:50 +0000</lastBuildDate><title>HMI Cab. Surakarta Kom. Fakultas Pertanian</title><description></description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-1899868261513307452</guid><pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-23T21:19:26.169-08:00</atom:updated><title>NDP Bab I ---&gt; Landasan dan Kerangka Berpikir</title><description>ni merupakan resume dari kajian NDP yang diadakan pada 14 November 2009 bertempat di Lembah Tekhnik UNS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan terbagi menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;1. Gagasan tunggal merupakan gagasan yang mengandung satu unsur pembentuk gagasan&lt;br /&gt;ex : kuda, batu, hutan, dll&lt;br /&gt;2. Gagasan majemuk, merupakan gagasan yang terdiri lebih dari satu unsur gagasan pembentuk gagasan&lt;br /&gt;ex : kuda putih, batu bata, hutan tropis, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya gagasan kita tentang sesuatu merupakan pengetahuan TASAWWUR (konsepsi). Seluruh bentuk proporsi keyakinan atau kepercayaan apapun pada awalnya hanyalah merupakan bentuk konsepsi sederhanan ini, yang didalamnya belum ada penilaian benar atau salah serta peninjauan kembali (verifikasi) sehingga kita harus melangkah dan menemukan pengetahuan yang benar-benar bersifat TASHDIQI (yakin) agar konsepsinya benar-benar diterima. Nah, maka dari itu diperlukan adanya verifikasi apakah gagasan kita selama ini benar??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu KEBENARAN???&lt;br /&gt;Ada beberapa teori yang dapat menjelaskan apa itu KEBENARAN&lt;br /&gt;1. Kebenaran merupakan kesesuaian antara ide dengan realita---&gt; Teori Korespondensi, ini merupakan syarat materiil&lt;br /&gt;2. Kebenaran merupakan kesesuaian antara pernyataan terakhir dengan pernyataan terdahulu---&gt; Teori Koherensi, ini merupakan syarat formil&lt;br /&gt;*Teori kedua juga dapat berupa kesesuaian antara ide dengan gagasan berpikir benar/ prima principia/ logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa lagi yang dimaksud dengan PRIMA PRINCIPIA?? Jangan bingung kawan-kawan...&lt;br /&gt;PRIMA PRINCIPIA merupakan PRINSIP UTAMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIMA PRINCIPIA dibagi menjadi tiga, yaitu :&lt;br /&gt;1. Identitas : sesuatu itu sama dengan sesuatu itu sendiri&lt;br /&gt;Ex : A = A&lt;br /&gt;2. Non-kontradiksi : sesuatu itu tidak sama dengan sesuatu yang lain&lt;br /&gt;Ex : Hitam tidak sama dengan selain hitam&lt;br /&gt;3. Menolak jalan tengah : sesuatu itu tidak dapat dengan sesuatu yang lain sekaligus&lt;br /&gt;Ex : A adalah pria sekaligus wanita---&gt; hal ini tidak diterima seharusnya salah satu pilihan saja&lt;br /&gt;A adalah pria&lt;br /&gt;A adalah wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ungkapan yang didalamnya memenuhi syarat materil serta syarat formil??&lt;br /&gt;Dapat digunakan contoh berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing adalah hewan sekaligus manusia&lt;br /&gt;Syarat Materill : kucing adalah hewan ---&gt; kesesuaian antara ide dan realita&lt;br /&gt;Syarat Materil : serta memiliki cakar ---&gt; kesesuaian antara pernyataan terakhir dan terdahulu, disini merujuk pada satu subjek yaitu kucing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamkah sampai disini kawan-kawan?&lt;br /&gt;Nah, sekarang kawan-kawan bertanya-tanya mengapa kita harus mempelajari BAB 1 ini mengenai Landasan dan Kerangka Berpikir, hal ini sangat bermanfaat dalam berbagai aspek terutama mempengaruhi cara kita dalam berpikir nantinya sehingga tidak terjadi apa yang dinamakan FALECY (kesalahan berpikir/kesesatan berpikir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kembali pada diri kita sebagai kader HmI maka landasan berfikir yang seperti apa yang semestinya kita pakai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METAFISIKA ISLAM, mengapa???&lt;br /&gt;Karena mahzab METAFISIKA ISLAM tidak menolak sumbangsih bagi kedua mahzab yang lain yaitu mahzab EMPIRISME dengan doktrin empirikalnya dan mahzab SKRIPTUALISME dengan doktrin tekstualnya. Namun mahzab METAFISIKA ISLAM tidak menolak kedua mahzab yang lain selaina yang berkaitan dengan landasan dalam setiap penilaian hal-hal ilmiah filosofis maupun teologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting By : Bidang Internal Komisariat Pertanian HmI Cab. Surakarta&lt;br /&gt;*Maaf jika ada kata-kata yang tidak sesuai dan berkenan serta kurang lengkapnya penjelasan dalam resume ini.&lt;br /&gt;YAKUSA!! BAHAGIA HmI!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-1899868261513307452?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/11/ndp-bab-i-landasan-dan-kerangka.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-5367764564907525134</guid><pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-23T21:17:56.803-08:00</atom:updated><title>Kajian Keislaman "Menguak Sejarah Hari Besar Asyura"</title><description>Alhamdulillah HmI Komisariat Pertanian telah mengadakan kajian keislaman dengan mengangkat tema "Menguak Sejarah Besar Hari Asyura" pada Minggu, 22 November 2009. Kajian ini mengundang pembicara Luhung Ahmad Perguna.&lt;br /&gt;Kajian ini lebih banyak sesi sharing karena deiharapkan dengan kajian ini semua peserta aktif dalam memberikan argumennya maupun bertanya. Hasilnya sangat oke, hampir semua peserta berperan aktif, dengan adanya kajian ini maka para peserta yang ikut dapat lebih mengetahui tentang Sejarah Hari Asyura karena kita ketahui bahwa Hari Asyura merupakan suatu hari pada bulan Muharom dimana kita dianjurkan berpuasa pada hari itu. Mengapa bisa demikian???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu mari kita simak sekilas tentang Hari Asyura :&lt;br /&gt;Salah satu hari yang sangat bersejarah dalam perkembangan agama Allah adalah hari Asyura’.Banyak hal istimewa yang terjadi.Tidak heran jika Nabi Muhammad S.A.W menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu.Pada hari itu telah berlaku beberapa pekara, sama sama la kita mengingatinya dan jadikan ia satu iktibar dan pengajaran bahawa Allah Maha Esa dan Maha Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nabi Adam as. diciptakan di syurga, taubatnya diterima oleh Allah,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Bahtera Nabi Nuh as. berlabuh di gunung Judi,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Allah membelah lautan melalui tongkat Nabi Musa as.,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Tentera Fir’aun ditenggelamkan,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Yunus as. dikeluarkan dari perut ikan paus,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Yusuf as. dikeluarkan dari sumur,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      kaum Nabi Yunus diterima taubatnya,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Ibrahim as. dilahirkan dan selamatkan dari api,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Isa as. dilahirkan dan diangkat ke langit,&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Ya’qub as. dipulihkan penglihatan matanya&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Ayyub as. dihilangkan petaka  yang menimpa dirinya&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Nabi Dawud as. diampuni oleh Allah&lt;br /&gt;Semau peristiwa itu menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah sehingga sebagai bentuk rasa syukur diperingatilah Hari itu dengan berpuasa dan Hari itu yang kita kenal sekarang dengan Hari Asyura. Namun pada Hari Asyura juga ada kejadian yang menyedihkan yaitu gugurnya Imam Husain dalam pertempuran di Padang Karbala. Nah, peringatan Asyura juga bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang mendambakan keadilan untuk melakukan gerakan kebangkitan. Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah, situasi represif yang ada pada zaman khilafah Yazid bin Mua’awiyah sudah sedemikian buruknya sampai-sampai, saat menerima ancaman dari Yazid agar membaiatnya sebagai khalifah, Imam Husein mengatakan, “Kita harus melupakan Islam untuk selama-lamanya jika kaum muslimin harus diperintah oleh orang semacam Yazid”.&lt;br /&gt;"Setiap Hari adalah Asyura, setiap bumi adalah karbala" esensi yang dapat diambil dari sebuah kutipan ini adalah esensi PERJUANGAN, dlam hidup ini kita harus selalu berjuang, perjuangan itu tak mengenal kata akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekilas kita mengulas sejarah tentang Hari Asyura maka apa yang seharusnya kita lakukan?&lt;br /&gt;Cukup dengan hanya tahu??! Lalu setelah itu apa??? Yang terpenting adalah aplikasi kita menyikapi Hari asyura setelah ini, dapat dimulai dari diri kita dengan menjalankan Puasa Asyura, menumbuhkan semangat juang dalam hidup kita serta lebih baik lagi jika kita menyalurkannya kepada orang-orang disekitar kita ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAKIN USAHA SAMPAI!!!&lt;br /&gt;By : Bidang Internal HmI Komisariat Pertanian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-5367764564907525134?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/11/kajian-keislaman-menguak-sejarah-hari.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-2935957332076424203</guid><pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-04T08:55:05.528-08:00</atom:updated><title>PARPOL "tUnGganGi" OMEK ???!!!!</title><description>buletin edisi Oktober/III/2009 LPM NOVUM Fakultas Hukum UNS memberikan penyajian berita yang mengagetkan banyak kalangan mahasiswa, terkait dengan pernyataan ircham yang masih menjabat sebagia ketuan DEMA UNS dan Dwi yang masih duduk di Pembantu Rektor III. Kedua Petinggi Univ tersebut secara gamblang memojokkan OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus) telah di "tunggangi" oleh Parpol. "bahwa sesungguhnya di takutkann dari Organisasi Ekstra Kampus adalah ada yang "menunggangi" (kepentingan-kepentingan dari Luar)___hal 5 ledak edisi Oktober/III/2009&lt;br /&gt;sedang Dwi selaku Pembantu Rektor III tidak mau kalah dengan pernyataannya "...biasanya organisasi ekstra kampus UNDERBOND dari politik, kalau masing-masing sudah membawa parpol masing-masing, apa jadinya? kan tidak netral lagi kan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernyataan hal tersebut SANGAT BERTOLAK BELAKANG dengan Himpunan Mahasiswa Islam yang sealu menjaga Kontitusi (AD : 6 mengenai Independensi Organisasi dan sifat Independen HMI dalam HASIL-HASIL KONGGRES XXVI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM, PALEMBANG 2008). disana di jelaskan bahwa indepnden HMi terdapat dua sifat, yakni Independen ETIS dan ORGANISATORIS.....yang secara etis merupakan karakteristik dan kepribadian HMI...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAWAN KAWAN !!!!&lt;br /&gt;TUNTUT!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA SUDAH SAATNYA BANGUN !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAKIN USAHA SAMPAI !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-2935957332076424203?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/11/parpol-tunggangi-omek.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-1084235188709229366</guid><pubDate>Sun, 04 Oct 2009 18:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-04T11:45:23.893-07:00</atom:updated><title>HmI ngapain aja sich...kmaren</title><description>wah..dah lama yaa HMI capel g muncul lagi.....&lt;br /&gt;kawan yang terhormat...&lt;br /&gt;dlam sebulan yang lalu..komisariat dah bertambah keluarga baru niiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam acara ramadhan kemaren...&lt;br /&gt;ada aksi damai ramdhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buka bersama yang di hadiri alumni hmi...&lt;br /&gt;yunda2 dari peternakan dan komunikasi pertanian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;halalbihalal ....yang dilaksanankan di LPTP juga mewarnai agenda HmI capel ni...&lt;br /&gt;wah..banyak ketemu ma alumni...nambah pengalaman...&lt;br /&gt;nambah ilmu...dan motivasi unutk masa depan...heee&lt;br /&gt;tapi sayang...yang biasanya di hadiri kanda Akbar Tanjung..&lt;br /&gt;pada kesempatan kmarin,,, yang biasa di sapa bang akbar ni g bisa dateng....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi hal tersebut tidak mengurangi iklim keHMIan di acara tersebut..&lt;br /&gt;karena beberapa rektor juga dateng..dari UNIBA, UNS serta UMS yang juga dari Alumni HmI...&lt;br /&gt;acaranya seru abiz kawan...&lt;br /&gt;di meriahkan artis2 HMI...heee&lt;br /&gt;yang menghibur dengan lagu "bunga2 kecil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agenda ke depan HMI Pertanian mengadakan rasufle terkait dengan penambahan aparat&lt;br /&gt;(alkhamdulillah...)&lt;br /&gt;dan bakti sosial HMI peduli di jalan dan daerah kampus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu saja ...&lt;br /&gt;tunggu kabar berikutnya dari HMI Faperta UNS.....&lt;br /&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-1084235188709229366?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/10/hmi-ngapain-aja-sichkmaren.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-5789034812274569001</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-10T10:28:25.324-07:00</atom:updated><title>KLARIFIKASI, PERNYATAAN SIKAP DAN HAK JAWAB</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingar bingar konstelasi politik Indonesia memasuki tahap-tahap puncaknya. Dalam konteks ini adalah Pemilu 2009. Pemilu adalah puncak dari demokratisasi. Pemilu diharapkan menjadi sebuah jalan untuk memilih pemimpin bangsa yang nantinya akan memegang amanah dari rakyat dan bertugas untuk menyejahterakannya sekaligus membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.&lt;span id="more-126"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;HMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa tertua dan terbesar dimana hingga kini telah berusia lebih dari 62 tahun sejak kelahirannya pada 5 Februari 1947 lalu berperan sebagai moral force (kekuatan moral) dan kelompok penekan (pressure group) sehingga dengan adanya peran ini mewajibkan HMI untuk berada di luar struktur kekuasaan ataupun kebijakan yang berjalan. Dalam hal ini, HMI haruslah independen dalam setiap gerak langkahnya. Untuk itu, konstelasi politik semisal Pemilu 2009 merupakan lingkup kecil dari upaya pengimpelementasian independensi itu. Karena memang pada realitasnya independensi HMI tidak hanya ada pada momen-momen Pemilu dan politik lainnya, melainkan HMI berkewajiban memegang prinsip independensi ini dengan kokoh dan tanpa tawar-menawar dalam seluruh aktivitas keorganisasiannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perihal betapa penting dan utamanya independensi HMI ini telah termaktub dan diatur dalam konstitusi HMI yakni terdapat pada &lt;strong&gt;Pasal 6 Anggaran Dasar HMI mengenai sifat bahwa HMI bersifat Independen&lt;/strong&gt;. Penjelasan ke-independensi-an HMI dirangkum dalam Tafsir Independensi HMI yang menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan aktivitas-aktivitas organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dimana dijelaskan bahwa independensi HMI dibagi dalam dua macam bentuk independensi yaitu &lt;strong&gt;independensi etis&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;independensi organisatoris&lt;/strong&gt;. Independensi Etis adalah keberpihakan HMI terhadap kebenaran, selalu meletakkan persoalan dengan sudut pandang obyektif, rasional dan kritis, bersikap bebas, terbuka dan merdeka, bervisi progresif dan dinamis, dan demokratis, jujur dan adil.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Independensi Organisatoris adalah watak independesi HMI yang teraktualisasi secara organisasi di dalam kiprah dinamika HMI baik dalam kehidupan intern organisasi maupun dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Dalam menegakkan independensi HMI secara organisatoris, anggota HMI harus tunduk kepada ketentuan-ketentuan organisasi serta melaksanakan kewajiban dan tugas organisasi sebagaimana diatur dengan baik. Kedua-duanya menjadi suatu kesatuan (unity) yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalankan segala gerak langkah HMI.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan prinsip independensi tersebut, maka derivasi (penurunan) dari tafsir independensi menegaskan bahwa &lt;strong&gt;anggota HMI dilarang menjadi bagian dari partai politik baik sebagai anggota dan/atau pengurus maupun berada dalam sayap politik &lt;/strong&gt;(tim sukses, underbouw partai dll.) dan &lt;strong&gt;sanksi yang diberikan sudah sangat jelas dan tegas adalah berupa pemecatan dari keanggotaan HMI.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;HMI Cabang Surakarta sebagai bagian dari masyarakat Kota Surakarta, berperan aktif dalam pelaksanaan Pilpres pada 8 Juli 2009. Peran HMI sebagai moral forces dan pressure group menganggap pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden haruslah mendapat perhatian dari kami. Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan Pilpres menjadi pilihan gerakan kami. Berdasarkan pilihan gerakan tersebut kami pada tanggal 6 Juli 2009, mendeklarasikan relawan pemantauan pemilihan umum pemilihan presiden dengan pernyataan sikap sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pemilihan presiden dan wakil presiden yang adil, jujur, damai dan tanpa campur tangan dari pihak manapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keharusan independensi TNI dan POLRI dalam pemilihan umum 2009. Membuka akses pendidikan untuk seluruh rakyat dan menolak privatisasi pendidikan dengan mencabut UU BHP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mewujudkan gerakan mahasiswa yang independen.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terkait mengenai pemberitaan di harian Solopos pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2009, yang memberitakan penolakan Panitia Pengawas Kecamatan (PANWASCAM) Jebres terhadap relawan pemantau pemilihan presiden dari HMI dengan judul “Panwascam Jebres tolak 50 pemantau HMI”. Maka dengan ini kami Pengurus HMI Cabang Surakarta memberikan klarifikasi kepada seluruh khalayak masyarakat dan hak jawab kepada Panwascam Jebres:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bahwa benar terjadi pembekalan saksi dari tim sukses pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono yang dibuktikan dari surat permohonan pemakaian tempat dari Panitia Pelatihan Saksi Tim Sukses SBY-Boediono, Kecamatan Jebres;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya dengan HMI Cabang Surakarta;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwa Gedung Insan Cita (GIC) yang beralamat di jalan Kabut adalah gedung HMI yang dikelola oleh Yayasan Bakti Empat Tujuh (YBET) dan dapat dipakai oleh pihak manapun karena dikomersialkan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwa HMI adalah organisasi yang tidak memihak kelompok pasangan calon presiden manapun yang sudah kami jelaskan diatas mengenai &lt;strong&gt;Sifat Independensi HMI &lt;/strong&gt;sebagai sebuah harga mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwa ketika kami konfirmasi dengan pelaksana dari kegiatan Pembekalan Saksi Tim Sukses SBY-Boediono yaitu &lt;strong&gt;Sdr. Agus Purnomo (085725076958) disinyalir sebagai pengurus organisasi mahasiswa yaitu Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Solo&lt;/strong&gt;; khusus mengenai hal ini kami dari &lt;strong&gt;HMI menghimbau kepada seluruh Gerakan Mahasiswa untuk senantiasa menjunjung tinggi independensi dan idealisme yang ada&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah pemberitaan tersebut, kami Pengurus HMI Cabang Surakarta segera berupaya mengklarifikasi kepada bapak Muttaqin selaku Ketua Panwascam Jebres bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di GIC adalah murni kegiatan yang dilakukan oleh tim Sukses SBY-Boediono, sebagaimana yang dibuktikan dengan surat permohonan pemakaian tempat dan kuitansi penyewaan gedung tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dimana sebelumnya Panwascam Jebres, baru akan percaya bahwa HMI itu benar-benar independen apabila kawan-kawan HMI bisa menunjukkan kwitansi sewa menyewa kegiatan tersebut sebagai bukti gedung GIC memang disewakan atau dikomersialkan. Sementara itu, setelah kami dari HMI berhasil menunjukkan bukti yang diminta tadi. Pihak Panwascam sendiri setelah ini berjanji akan mengklarifikasi bahwa pemberitaan yang dimuat di harian Solopos tanggal 9 Juli 2009 adalah murni terjadi kekeliruan dan mengakui bahwa HMI bersifat Independen dan netral terhadap pelaksanaan acara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kita bersama untuk menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Billahittaufiq wal hidayah Wassalammualaikum Wr. Wb.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-5789034812274569001?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/07/klarifikasi-pernyataan-sikap-dan-hak.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-799689719806353107</guid><pubDate>Mon, 08 Jun 2009 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-08T01:44:52.462-07:00</atom:updated><title>LK 1</title><description>alkhamdilillah LK 1 bersama sudah terlaksana, di ikuti 17 peserta 3 diantaranya adalah dari Fakultas Pertanian yang di adakan hari jum'at sampai dengan sabtu kemarin, 5-7 juni 2009.&lt;br /&gt;dalam Lk 1 ini, HmI komisariat Fakultas Pertanian mendapatkeluarga baru, walaupun hanya 1, namun tidak kalah dengan 10 orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAKUSA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-799689719806353107?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/06/lk-1.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-2499616003750831143</guid><pubDate>Thu, 14 May 2009 12:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T06:03:06.077-07:00</atom:updated><title>MAPERCA HMI KOMISARIAT PERTANIAN</title><description>Assalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;Alhamdulillahhirobbilalamin puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat serta karunianya sehingga acara MAPERCA HMI Komisariat PERTANIAN dapat terlaksana dengan lancar. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap teman-teman lain yang telah membantu mensukseskan acara ini antara lain para pengurus HMI Cab. Surakarta dan perwakilan teman-teman dari Komisariat HUKUM, Komisariat FISIP dan Komisariat Ekonomi serta para calon-calon kader HMI yang nantinya insayaallah dapat bergabung dan berproses di HMI. Acara MAPERCA kali ini antara lain perkenalan, menonton film bareng tentang tokoh-tokoh HMI dan sharing bersama Ketua Umum Cabang HMI Surakarta. Alhamdulillah acara dapat terselenggara dengan baik meski persiapannya dalam waktu yang singkat, ini semua tidak akan terjadi tanpa bantuan dan dukungan dari teman-teman seperjuangan di HMI. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama memberikan hasil yang terbaik untuk HMI kedepannya. Menyambut para calon kader yang nantinya akan berproses bersama kita di HMI. Bahagia HMI, YAKUSA!!!&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-2499616003750831143?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/05/maperca-hmi-komisariat-pertanian.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-1986457994306722401</guid><pubDate>Wed, 06 May 2009 14:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-06T07:41:07.720-07:00</atom:updated><title>Perjalanan...</title><description>Perjalanan masih panjang&lt;br /&gt;Lelah terasa badan ini&lt;br /&gt;Hampa terasa jiwa ini&lt;br /&gt;Seolah diri ini tak sanggup lagi meneruskan&lt;br /&gt;Dimanakah tempat peristirahatanku dari kelelahan ini&lt;br /&gt;Segera ingin ku mencapainya&lt;br /&gt;Melepaskan segala rasa lelah di diri dan penat di jiwa&lt;br /&gt;Saat aku puas...puas...dan puas melepaskan semuanya&lt;br /&gt;Aku dapat tersenyum lebar dan tertawa puas&lt;br /&gt;Namun......&lt;br /&gt;Itu hanya sementara, kurasa&lt;br /&gt;Puncak perjalanan yang kutempuh pelepas segala dahaga kelelahan diri dan kepenatan jiwa sesungguhnya!!!&lt;br /&gt;YAKUSA!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-1986457994306722401?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/05/perjalanan.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-540155104826008262</guid><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 14:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-27T08:16:21.159-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi Diri</category><title>Segelas Teh Pahit</title><description>Kehidupan tak pernah lepas dari permasalahan. Permasalahan yang terjadi menandakan bahwa seseorang masih hidup sebaliknya tak ada masalah yang terjadi dalam hidup menunjukkan kematian dalam hidup. Permasalahan yang terjadi biasanya kita anggap senagai suatu hambatan dalam menjalani hidup. Namun sesungguhnya permasalahan tak selamanya menjadi hambatan, hal ini terfokus dari sisi mana kita memandang permasalahan. Apakah dari sisi gelap atau sisi terang. Dari sisi gelap permasalahan menjadi sebuah hambatan bagi kita dalam hidup karena kita memandangnya secara 'gelap' dari sudut pandang namun dari sisi terang permasalahan menjadi sebuah semangat dan kesempatan dalam hidup. Semangat dan kesempatan dalam hidup justru dapat timbul dari permasalahan yang terjadi dalam hidup kita jika kita dapat memandang dengan bijak permasalahan yang dihadapi menggunakan sisi terang. Ibaratkan kita ingin meminum segelas teh namun gula untuk membuat rasa manis pada teh tersebut habis lalu apa yang harus dilakukan? Kita memiliki 'choice' yaitu sisi gelap dan sisi terang penyelesaian maslah. Jika kita memilih sisi gelap maka kita menganggap gula yang telah habis sebagai sebuah hambatan sehingga kita memilih untuk tidak meminum segelas teh saat itu meski kita sangat menginginkannya karena untuk membeli gula saja dirasakan sebagai beban yang berat. Sebaliknya jika kita memilih sisi terang maka kita memilih membeli gula untuk menggulai teh kita meskipun dalam proses membeli gula tersebut teh kita menjadi dingin namun kita dapat menghangatkannya kembali bukan dengan menambahkan air panas lagi setelah gula kita berikan dalam teh tersebut. Ini menunjukkan gula yang habis dapat menjadi sebuah harapan bagi kita untuk melakukan tindakan dalam meminum segelas teh dan kesempatan bagi kita agar tetap dpat meminum segelas teh. Dapatkah anda mengambil hikmah dari cerita segelas teh pahit ini? Renungkan dan lakukanlah apa hikmah yang anda dapatkan dari 'segelas teh pahit' ini. Selamat menikmati. YAKUSA!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-540155104826008262?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/03/segelas-teh-pahit.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-8897221543419852544</guid><pubDate>Thu, 19 Mar 2009 15:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-21T01:06:50.509-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pertanian</category><title>SOLUSI TUNTAS MASALAH PUPUK Di INDONESIA; Sebuah Partisipasi KAHMI Nasional</title><description>&lt;span class="subjudul"&gt;Saatnya Petani Indonesia diuntungkan..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="tag"&gt;&lt;i&gt;"Tidak hanya persoalan kelangkaan pupuk tapi lebih dari itu persoalan distribusi sampai harga yang tidak memihak kepada petani."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KAHMI Nasional, Jakarta Selatan, Kabarindo&lt;/strong&gt;- Menyadari pentingnya posisi pupuk saat ini dan dimasa mendatang, Pusat Kajian Pertanian (PUJITANI) Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), mengambil inisiatif untuk melakukan diskusi terbatas untuk membicarakan masalah pupuk, Kemarin Jum’at 16 Januari 2009 di Gedung KAHMI Center Jakarta. Hadir sebagai narasumber Dr. Zainal Soedjais (Ketua Dewan Pupuk Nasional), Ir. Sputnik, MM (Deptan), Darmayanto (Komisi IV DPR-RI) dan Suhanto (Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.  Dari diskusi ini muncul pemikiran yang bernas dan bermanfaat yang dapat disampaikan kepada pihak yang berwenang untuk dapat dilakukan.  Diharapkan masalah pupuk ini dapat diatasi untuk paling tidak masa 20 tahun ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;      Sebagai input penting, maka kehadiran pupuk bagi usahatani dalam kondisi yang tepat waktu, jumlah, kualitas, dan tempat menjadi keniscayaan.  Bila dimasa lalu kehadiran pupuk tidak begitu bermasalah, kini mulai bermasalah. Masalah timbul mulai dari produksinya, distribusi hingga penggunaan.  Pada sisi produksi, bagaimanapun harus disadari pabrik pupuk yang ada di Indonesia sudah mulai menua dan umumnya akan bermasalah pada efisiensi produksi, bahkan ada yang sudah tidak beroperasi lagi secara penuh atau tutup (contoh pabrik pupuk Iskandar Muda).  Pada sisi distribusi, sudah sering terdengar kelangkaan pupuk terjadi dimana-mana, atau pupuk bersubsidi hilang dari pasaran, atau di ekspor atau lari ke subsktor perkebunan. Seringkali terdengar distributor nakal yang gemar menumpuk pupuk untuk berspekulasi.  Pada sisi penggunaan, telah ditemukan banyak sekali petani yang salah menggunakan pupuk, baik cara maupun dosisnya.  Permasalahan seperti ini setelah era reformasi terus berulang dan cenderung meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;      Solusi yang diambil pemerintah bukannya tidak ada, namun ternyata tak mampu mengatasi masalah tersebut.  Tercatat upaya membuat holding perusahaan pabrik pupuk sudah dilakukan, penentuan zona pemasaran, pelarangan ekspor pupuk, penentuan harga pupuk bersubsidi / harga eceran tertinggi, subsidi gas, peningkatan pengawasan, penyusunan kebutuhan pupuk petani / RDKK dan masih banyak hal lainnya.  Namun masalah yang diuraikan di atas tetap saja berulang. Pertanyaan utamanya kemudian, adakah sesungguhnya solusi tuntas masalah pupuk atau paling tidak adakah solusi jangka pendek, menengah dan panjang tentang pupuk.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;      Beberapa ide dan pemikiran baru untuk mengatasi masalah pupuk diantaranya adalah : pengalihan subsidi kepada petani melalui sistem voucher /  kupon, menugaskan kembali Perum Bulog atau PT. Pertani sebagai penanggungjawab distribusi pupuk, mengurangi penggunaan pupuk anorganik, beralih ke pupuk organik, menambah pabrik pupuk, mendirikan pabrik pupuk milik petani dll.  Secara keseluruhan pemikiran ini perlu dikaji lebih jauh dan apakah dapat diimplementasikan untuk jangka yang cukup panjang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semoga Indonesia menjadi negara swasembada beras lagi dan pupuk tidak langka yah........?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-8897221543419852544?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/03/saatnya-petani-indonesia-diuntungkan.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-9067526542091428270</guid><pubDate>Thu, 19 Mar 2009 15:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-21T01:06:26.047-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pertanian</category><title>Petani Jatim Mesti Gunakan Pupuk Organik</title><description>&lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 19 Maret 2009 | 21:34 WIB&lt;/div&gt;      &lt;b&gt;Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MOJOKERTO, KOMPAS.com - &lt;/strong&gt;Para petani di Jatim ditargetkan untuk segera menggunakan pupuk organik. Gubernur Jatim Soekarwo, Kamis (19/3) menyebutkan pupuk organik harus menjadi bagian terbesar yang dipergunakan petani.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"(Nanti) hanya 35 persen bagi (penggunaan) pupuk anorganik," kata Soekarwo usai menghadiri pertemuan dengan puluhan petani di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Benih Padi Puspa Jabon, Kabupaten Mojokerto. Dengan demikian, konsentrasi terbesar yakni sebesar 65 persen total konsumsi pupuk petani harus berupa pupuk organik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, fokus untuk mengg unakan pupuk organik terkait dengan buruknya kondisi tanah di sebagian besar wilayah pertanian di Provinsi Jatim. Selain itu, kembalinya petani pada penggunaan pupuk organik juga diharapkan bisa menjadikan petani lebih mendiri dari ketergantungan pada pupuk kimia produksi industri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-9067526542091428270?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/03/kamis-19-maret-2009-2134-wib-laporan.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-8108371607031936645</guid><pubDate>Thu, 19 Mar 2009 14:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-21T01:09:27.242-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pertanian</category><title>Nasib Petani di Negara Agraris ini</title><description>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Assalamualaikum wr.wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;   Sedikit tulisan yang tertuang pada lembar ini semoga dapat bermanfaat bagi teman - teman sekalian. Pernahkah terbersit dalam pemikiran kita, akan seperti apakah nasib para petani di negara kita 5 tahun mendatang, 2 tahun mendatang bahkan mungkin sekarang. Kesejahteraan hidup para petani saat ini sudah menunjukkan betapa tidak diperhatikannya nasib mereka apalagi beberapa tahun mendatang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;   Mengapa hal ini dapat terjadi? Apa yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ya seharusnya pemerintah lebih memperhatikan nasib para petani. Namun apakah saat ini hal tersebut dapat memberikan perubahan pada kesejahteraan petani? Apakah sudah terlaksana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;   Biaya produksi semakin meningkat karena pupuk mahal, pemerolehan bibit mahal dan lain sebagainya membuat para petani semakin kesulitan dalam memproduksi hasil pertanian apalagi memperoleh keuntungan dari hasil produksi. Lahan pertanian yang semakin sempit karena penggunaan lahan untuk kepentingan beberapa pihak dalam mewujudkan ambisi mereka. Di sisi lain ada keinginan mencapai swasembada pangan mengulang sejarah para pendahulu, swasembada pangan seperti apa jika kondisi pertanian di negara kita seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-8108371607031936645?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2009/03/assalamualaikum-wr.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-1111594636747511616</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 14:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T06:54:35.070-08:00</atom:updated><title>Petani Pejuang Pejuang Petani</title><description>Akibat ruwetnya distribusi pupuk bersubsidi di hampir seluruh wilayah&lt;br /&gt;Jawa Tengah, Gubernur Bibit Waluyo mengusulkan agar pemerintah&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah meniadakan sistem distributor dan pengecer dalam&lt;br /&gt;penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani berdasarkan Permen&lt;br /&gt;Perdagangan nomor 21 tahun 2008 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk&lt;br /&gt;Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Pada musim tanam bulan November&lt;br /&gt;2008 yang lalu, terdapat banyak masalah di berbagai wilayah. Petani&lt;br /&gt;padi tidak dapat mendapatkan pupuk bersubsidi yang sangat&lt;br /&gt;dibutuhkannya untuk tanaman padi.&lt;br /&gt;Tercatat kasus sebuah kelompok tani di daerah Pati membabat habis&lt;br /&gt;bibit tanaman padinya akibat kelangkaan pupuk. Di daerah pantura&lt;br /&gt;antara lain di Demak-Kudus, dalam rangka mendapatkan pupuk bersubsidi&lt;br /&gt;para petani melakukan razia dan sweeping angkutan darat bak terbuka&lt;br /&gt;maupun bak tertutup yang dicurigai membawa pupuk bersubsidi. Apabila&lt;br /&gt;memang mengangkut pupuk bersubsidi mereka langsung membongkar muatan&lt;br /&gt;tersebut di tempat untuk dibagi antar petani. Sebagian mengganti&lt;br /&gt;seharga harga eceran tertinggi, beberapa kasus dijarah seperti&lt;br /&gt;perbuatan para kriminal melakukan perampokan.&lt;br /&gt;Hal tersebut menunjukkan tingkat depresi yang sudah sangat akut petani&lt;br /&gt;Indonesia akibat pengelolaan ngawur pemerintah terhadap pembangunan&lt;br /&gt;pertanian. Sebenarnya kasus seperti ini tidak hanya terjadi di masa&lt;br /&gt;tanam sekarang saja. Hampir di setiap musim tanam, masalah pupuk masih&lt;br /&gt;menjadi masalah utama petani. Pupuk bersubsidi yang dikelola melalui&lt;br /&gt;distributor dan pengecer selalu menjadi komoditas untuk menekan dan&lt;br /&gt;menghisap petani. Penjualan pupuk bersubsidi hampir pasti dijual&lt;br /&gt;"bundled" dengan obat/pupuk pertanian lain non-subsidi. Tidak semua&lt;br /&gt;petani membutuhkan obat/pupuk non subsidi tersebut, tapi posisi tawar&lt;br /&gt;petani yang dilemahkan oleh sistem mengharuskan petani membayar biaya&lt;br /&gt;yang jauh lebih mahal untuk mendapatkan pupuk bersubsidi yang&lt;br /&gt;dibutuhkan tersebut. Atau karena alasan pupuk bersubsidi yang tersedia&lt;br /&gt;tidak mencukupi kebutuhan, harga eceran tertinggi dinaikkan. Beberapa&lt;br /&gt;kasus oleh pemerintah, beberapa kasus secara sepihak oleh distributor&lt;br /&gt;dan pengecer.&lt;br /&gt;Anehnya di musim tanam akhir tahun 2008 ini, pihak pemerintah selalu&lt;br /&gt;berdalih bahwa berdasarkan statistik dan laporan produksi pupuk&lt;br /&gt;bersubsidi oleh PT. Pupuk Sriwijaya dan PT. Pupuk Kaltim memadai dan&lt;br /&gt;cukup untuk kebutuhan petani di seluruh wilayah Indonesia. Padahal di&lt;br /&gt;beberapa daerah jelas-jelas petani padi tidak bisa mendapat pupuk&lt;br /&gt;bersubsidi tersebut. Tentu ini diakibatkan penyelewengan distribusi&lt;br /&gt;sehingga wajar apabila Gubernur Jawa Tengah menggulirkan wacana&lt;br /&gt;penghapusan sistem distribusi pupuk bersubsidi melalui distributor dan&lt;br /&gt;pengecer dan mengganti langsung dengan sistem penyaluran pupuk&lt;br /&gt;bersubsidi langsung kepada petani. Secara ekonomis, semakin panjang&lt;br /&gt;rantai distribusi, maka semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;Dan biaya distribusi tersebut kemudian dikenakan kepada konsumen,&lt;br /&gt;dalam hal ini petani.&lt;br /&gt;Sayangnya wacana Gubernur tidak banyak mendapat tanggapan dari&lt;br /&gt;pihak-pihak terkait. Satu-satunya tanggapan justru datang dari Ketua&lt;br /&gt;Asosiasi Distributor Pupuk PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI), Hilal Muharom&lt;br /&gt;(Kompas, 27 Desember 2008). Tanggapan tersebut sebagaimana mudah&lt;br /&gt;diduga, jelas menentang usulan Gubernur Jawa Tengah dengan alasan&lt;br /&gt;pengangguran semakin bertambah karena satu perusahaan distributor&lt;br /&gt;pupuk memiliki rata-rata 50 orang pekerja. Di Jawa Tengah, terdaftar&lt;br /&gt;distributor resmi pupuk bersubsidi sejumlah 150 perusahaan dan 5.000&lt;br /&gt;pengecer pupuk bersubsidi. Hilal Muharom menawarkan solusi untuk&lt;br /&gt;melakukan distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan rencana&lt;br /&gt;definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi&lt;br /&gt;tahun 2009. Sistem ini dimaksudkan untuk memprediksi kebutuhan pupuk&lt;br /&gt;bersubsidi berdasarkan kelompok tani.&lt;br /&gt;Patut dipertanyakan sistem yang ditawarkan oleh Distributor tersebut,&lt;br /&gt;karena jelas petani Indonesia adalah petani tradisional yang tidak&lt;br /&gt;terbiasa dengan sistem perencanaan yang matang dalam melakukan proses&lt;br /&gt;produksi. Belum lagi masalah distibutor nakal yang selalu muncul stiap&lt;br /&gt;tahun. Petani kita masih sulit untuk diberikan pemahaman untuk&lt;br /&gt;pengarapan serempak satuan lahan akibat masalah permodalan. Akibatnya&lt;br /&gt;kadang kebutuhan pupuk untuk suatu areal tanam menjadi meningkat dan&lt;br /&gt;mengakibatkan membengkaknya biaya produksi. Aplikasi pupuk oleh petani&lt;br /&gt;kita juga sering tidak tepat dosis karena para penyuluh pertanian di&lt;br /&gt;lapangan kurang berkompeten.&lt;br /&gt;Tidak ada satu alasan untuk membuat kita yakin dengan sistem tersebut&lt;br /&gt;masalah petani mengenai pupuk di setiap musim tanam dapat&lt;br /&gt;terselesaikan. Hal ini tidak terlepas dari salah urus masalah pupuk di&lt;br /&gt;Indonesia. Subsidi untuk sektor pertanian tidak pernah diberikan&lt;br /&gt;langsung kepada petani. Berbeda dengan negara lain, subsidi untuk&lt;br /&gt;pertanian diberikan setengah-setengah.&lt;br /&gt;Kita ambil contoh subsidi untuk pupuk. Selisih harga yang disubsidi&lt;br /&gt;oleh pemerintah diberikan langsung kepada pabrik pembuat pupuk dalam&lt;br /&gt;hal ini PT PUSRI dan PT Pupuk Kaltim. Di Thailand, harga pupuk dijual&lt;br /&gt;kepada petani dengan harga ekonomi sesuai pasar dan biaya produksi,&lt;br /&gt;tapi petani diberikan kemudahan mendapatkan kredit pertanian untuk&lt;br /&gt;membeli bibit, pupuk, obat, atau sarana produksi lain. Bahan bakar&lt;br /&gt;minyak untuk alat mesin pertanian juga disubsidi secara global untuk&lt;br /&gt;peruntukan lain. Parahnya lagi, komoditas hasil pertanian lokal tidak&lt;br /&gt;pernah mendapat perlindungan yang cukup dari komoditas impor oleh&lt;br /&gt;pemerintah. Akibatnya nilai komoditas petani Indonesia selalu hancur&lt;br /&gt;ketika panen. Bandingkan dengan Jepang yang badan penyangga pangan-nya&lt;br /&gt;mau membeli gabah petani lebih tinggi daripada harga pasar dan subsidi&lt;br /&gt;baru diberikan ketika beras masuk ke pasar. Bulog kita justru membeli&lt;br /&gt;gabah lebih rendah dari harga beras pasar. Akibatnya, beras impor&lt;br /&gt;dapat masuk dan membanjiri pasar lokal.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, reformasi pembangunan pertanian ssudah&lt;br /&gt;mendesak untuk dilakukan dengan cara, memberikan subsidi produk&lt;br /&gt;langsung kepada petani, memangkas rantai distribusi bibit, pupuk,&lt;br /&gt;obat, alat mesin pertanian untuk menekan biaya produksi petani,&lt;br /&gt;memperbaiki kinerja penyuluh pertanian lapangan, dan kebijakan&lt;br /&gt;pemerintah yang melindungi komoditas pertanian lokal dengan semangat&lt;br /&gt;memperjuangkan kepentingan petani di atas kepentingan industri.&lt;br /&gt;Mampukah pemerintah kita sekarang melakukannya? Atau kita harus&lt;br /&gt;mengganti pemerintah dulu agar petani dapat sejahtera? Bagaimana&lt;br /&gt;menurut anda?&lt;br /&gt;(Zainulgrunge – Petani Pejuang Pejuang Petani)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-1111594636747511616?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2008/12/petani-pejuang-pejuang-petani.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-20948880421347814</guid><pubDate>Fri, 01 Feb 2008 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-01T03:05:39.307-08:00</atom:updated><title>hujatan MU !!</title><description>dalam perkembangan HMI dewasa ini, banyak mengalami pasang-surut kejayaan, baik dalam akademik maupun dalam pergerakan serta pemikiran. usia HMI sudah di bilang cukup matang, yakni 61 tahun.&lt;br /&gt;Saat-saat perjalan beberapa tahun keblakang, HMI seering mendapatkan hujatan-hujatan yang tak berdasar, (seperti LIBERALISME, organisasi yan mempermainkan AGAMA, bahkan ada yang mengatakan HMI adalah Tunggangannya JIL, dsb) dan saya pikir itu  hujatan yang tak bermoral. karna mereka tidak bis menjelaskan arti LIBERAL itu sendiri, apakah itu ada dalam AD/ART HM? atau oknum organisasi. Ketika sebuah pergerakan lain dalam satu latar blakang yang sama-sama mengusung ISLAM atau MUSLIM di dalamnya, maka di dalam nya juga harus menuruti  atau  mentaati dasar agama, yakni Al-quran dan Al hadist. Saya pikir Hujatan-hujatan itu mengandung dua unsur, yakni pefitnahan organisasi dan pengGhibahan Organisasi (ternyata mereka suka makan daging saudaranya sendiri ya....).&lt;br /&gt;Jika kita masukan itu (hujatan) dalam sebua kotak, dan kotak itu kita beri nama penilaian, maka timbul pertanyaan,dasar apa yang mereka gunakan. Pada umumnya orang Indonesia menilai sesuatu dari 3 hal :&lt;br /&gt;1. kebodohan dan ketidak tahuannya&lt;br /&gt;2. mendengar dari orang lain yang juga belum teruji kebenarannya&lt;br /&gt;3. pengalaman seseorang&lt;br /&gt;tapi, orang-orang Indonesia sering menggunakan no 2 sebagai dasar penilaian terhadap orang lain... inikah bangsaku yang menilai dari kata orang lain? apakah bangsaku se-BODOH ini ?&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama maju ke garis depan demi Islam, berjihad bersama, jangan memecah kekuatan kita sendiri.......jangan melihat bendera apa yang kita bawa, tapi lihat Agama siapa yang kita bela.&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR&lt;br /&gt;SALAM HIJAU-HITAM&lt;br /&gt;YAKIN USAHA SAMPAI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-20948880421347814?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2008/02/hujatan-mu.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-5777111771858356587</guid><pubDate>Fri, 01 Feb 2008 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-01T02:41:21.568-08:00</atom:updated><title>intelektual-salon</title><description>Mahasiswa adalah kaum terpelajar, bisa dibilang kaum intelektual. mereka yang mengenyam pembelajaran selama di kampus dalam beraneka ragam lama penyelesaian. dalam masa dan proses pemblajaran tersebut, mereka mendapatkan pendidikan non-formal, seperti ke-organiasasian, kehidupan didalam masyarakat, dan pendidkan sepritual serta moral. Bentuk dari semuanya adalah Demo mahasiswa, pergerakan-pergerakan yang lahir dari pemikiran kritis mereka terhadapa apa yang terjadi di lingkungan mereka.&lt;br /&gt;Diskui, rapat-rapat di dalam suatu perkumpulan, kesatuan, maupun perhimpunan adalah biasa terjadi dan memang di sana di anjurkan. Biasanya dalam proses belajar seperti ityu menghasilkan sebuah pemikiran bersama untuk kemajuan masing-masing lembaga atau organissi yang di naungi, tapi di sini terliat betapa munafiknya mereka,ketika sebuah pemikiran tidak terlaksana dalam sebuah gerakan. Pemikiran-pemikiran mereka hanya terhenti sampai impian untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;jangan hanya menjadi Intelektual-salon, yang hanya dandan di depan cermin dan tidak melakukan apapa, yang di butuhkan bangsa ini adalah sebuah pemikiran yang kritis dan pergerakan revolusioner.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-5777111771858356587?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2008/02/intelektual-salon.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-5157891873861518122</guid><pubDate>Sat, 01 Dec 2007 15:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-01T07:39:07.986-08:00</atom:updated><title>sejarah HMI</title><description>A. Definisi Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang perjalanan masa lampau ummat manusia, mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan oleh manusia pada masa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    B. Latar Belakang Sejarah Berdirinya HMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalau ditinjau secara umum ada 4 (empat) permasalahan yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya HMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Situasi Dunia Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berbagai argumen telah diungkapkan sebab-sebab kemunduran ummat Islam. Tetapi hanya satu hal yang mendekati kebenaran, yaitu bahwa kemunduran ummat Islam diawali dengan kemunduran berpikir, bahkan sama sekali menutup kesempatan untuk berpikir. Yang jelas ketika ummat Islam terlena dengan kebesaran dan keagungan masa lalu maka pada saat itu pula kemunduran menghinggapi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Akibat dari keterbelakangan ummat Islam , maka munculah gerakan untuk menentang keterbatasan seseorang melaksanakan ajaran Islam secara benar dan utuh. Gerakan ini disebut Gerakan Pembaharuan. Gerakan Pembaharuan ini ingin mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran yang totalitas, dimana disadari oleh kelompok ini, bahwa Islam bukan hanya terbatas kepada hal-hal yang sakral saja, melainkan juga merupakan pola kehidupan manusia secara keseluruhan. Untuk itu sasaran Gerakan Pembaharuan atau reformasi adalah ingin mengembalikan ajaran Islam kepada proporsi yang sebenarnya, yang berpedoman kepada Al Qur'an dan Hadist Rassullulah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan timbulnya ide pembaharuan itu, maka Gerakan Pem-baharuan di dunia Islam bermunculan, seperti di Turki (1720), Mesir (1807). Begitu juga penganjurnya seperti Rifaah Badawi Ath Tahtawi (1801-1873), Muhammad Abduh (1849-1905), Muhammad Ibnu Abdul Wahab (Wahabisme) di Saudi Arabia (1703-1787), Sayyid Ahmad Khan di India (1817-1898), Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Situasi NKRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tahun 1596 Cornrlis de Houtman mendarat di Banten. Maka sejak itu pulalah Indonesia dijajah Belanda. Imprealisme Barat selama ± 350 tahun membawa paling tidak 3 (tiga) hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penjajahan itu sendiri dengan segala bentuk implikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Missi dan Zending agama Kristiani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Peradaban Barat dengan ciri sekulerisme dan liberalisme.&lt;br /&gt;    Setelah melalui perjuangan secara terus menerus dan atas rahmat Allah SWT maka pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta Sang Dwi Tunggal Proklamasi atas nama bangsa Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kondisi Mikrobiologis Ummat Islam di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kondisi ummat Islam sebelum berdirinya HMI dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu : Pertama : Sebagian besar yang melakukan ajaran Islam itu hanya sebagai kewajiban yang diadatkan seperti dalam upacara perkawinan, kematian serta kelahiran. Kedua : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang mengenal dan mempraktekkan ajaran Islam sesuai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketiga : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang terpengaruh oleh mistikisme yang menyebabkan mereka berpendirian bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan akhirat saja. Keempat : Golongan kecil yang mencoba menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman, selaras dengan wujud dan hakekat agama Islam. Mereka berusaha supaya agama Islam itu benar-benar dapat dipraktekkan dalam masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ada dua faktor yang sangat dominan yang mewarnai Perguruan Tinggi (PT) dan dunia kemahasiswaan sebelum HMI berdiri. Pertama: sisitem yang diterapkan dalam dunia pendidikan umumnya dan PT khususnya adalah sistem pendidikan barat, yang mengarah kepada sekulerisme yang "mendangkalkan agama disetiap aspek kehidupan manusia". Kedua : adanya Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) di Surakarta dimana kedua organisasi ini dibawah pengaruh Komunis. Bergabungnya dua faham ini (Sekuler dan Komunis), melanda dunia PT dan Kemahsiswaan, menyebabkan timbulnya "Krisis Keseimbangan" yang sangat tajam, yakni tidak adanya keselarasan antara akal dan kalbu, jasmani dan rohani, serta pemenuhan antara kebutuhan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;     Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)&lt;br /&gt;Latar Belakang Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diprakasai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia) yang masih duduk ditingkat I. Tentang sosok Lafran Pane, dapat diceritakan secara garis besarnya antara lain bahwa Pemuda Lafran Pane lahir di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pemuda Lafran Pane yang tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim pernah menganyam pendidikan di Pesantren, Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun latar belakang pemikirannya dalam pendirian HMI adalah: "Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Bersejarah 5 Februari 1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan yang berakhir dengan kegagalan. Lafran Pane mengadakan rapat tanpa undangan, yaitu dengan mengadakan pertemuan secara mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir. Ketika itu hari Rabu tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H, bertepatan dengan 5 Februari 1947, disalah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati), masuklah mahasiswa Lafran Pane yang dalam prakatanya dalam memimpin rapat antara lain mengatakan "Hari ini adalah pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena persiapan yang diperlukan sudah beres. Yang mau menerima HMI sajalah yang diajak untuk mendirikan HMI, dan yang menentang biarlah terus menentang, toh tanpa mereka organisasi ini bisa berdiri dan berjalan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal pembentukkannya HMI bertujuan diantaranya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Sementara tokoh-tokoh pemula / pendiri HMI antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  # Lafran Pane (Yogya),&lt;br /&gt;  # Karnoto Zarkasyi (Ambarawa),&lt;br /&gt;  # Dahlan Husein (Palembang),&lt;br /&gt;  # Maisaroh Hilal (Singapura),&lt;br /&gt;  # Suwali, Yusdi Ghozali (Semarang),&lt;br /&gt;  # Mansyur, Siti Zainah (Palembang),&lt;br /&gt;  # M. Anwar (Malang),&lt;br /&gt;  # Hasan Basri, Marwan, Zulkarnaen, Tayeb Razak, Toha Mashudi (Malang),&lt;br /&gt;  # Baidron Hadi (Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Pendukung Berdirinya HMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dan arti kota Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta sebagai Ibukota NKRI dan Kota Perjuangan&lt;br /&gt;Pusat Gerakan Islam&lt;br /&gt;Kota Universitas/ Kota Pelajar&lt;br /&gt;Pusat Kebudayaan&lt;br /&gt;Terletak di Central of Java&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Penghayatan dan Keagamaan Mahasiswa&lt;br /&gt;Adanya tuntutan perang kemerdekaan bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Adanya STI (Sekolah Tinggi Islam), BPT (Balai Perguruan Tinggi)&lt;br /&gt;Gajah Mada, STT (Sekolah Tinggi Teknik).&lt;br /&gt;Adanya dukungan Presiden STI Prof. Abdul Kahar Muzakir&lt;br /&gt;Ummat Islam Indonesia mayoritas&lt;br /&gt;Faktor Penghambat Berdirinya HMI&lt;br /&gt;Munculnya reaksi-reaksi dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY)&lt;br /&gt;Gerakan Pemuda Islam (GPII)&lt;br /&gt;Pelajar Islam Indonesia (PII)&lt;br /&gt;Fase-Fase Perkembangan HMI dalam Perjuangan Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Konsolidasi Spiritual (1946-1947)&lt;br /&gt;Sudah diterangkan diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Pengokohan (5 Februari 1947 - 30 November 1947)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih kurang 9 (sembilan) bulan, reaksi-reaksi terhadap kelahiran HMI barulah berakhir. Masa sembilan bulan itu dipergunakan untuk menjawab berbagai reaksi dan tantangan yang datang silih berganti, yang kesemuanya itu semakin mengokohkan eksistensi HMI sehingga dapat berdiri tegak dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Perjuangan Bersenjata (1947 - 1949)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan tujuan HMI yang digariskan sejak awal berdirinya, maka konsekuensinya dalam masa perang kemerdekaan, HMI terjun kegelanggang pertempuran melawan agresi yang dilakukan oleh Belanda, membantu Pemerintah, baik langsung memegang senjata bedil dan bambu runcing, sebagai staff, penerangan, penghubung. Untuk menghadapi pemberontakkan PKI di Madiun 18 September 1948, Ketua PPMI/ Wakil Ketua PB HMI Ahmad Tirtosudiro membentuk Corps Mahasiswa (CM), dengan Komandan Hartono dan wakil Komandan Ahmad Tirtosudiro, ikut membantu Pemerintah menumpas pemberontakkan PKI di Madiun, dengan mengerahkan anggota CM ke gunung-gunung, memperkuat aparat pemerintah. Sejak itulah dendam kesumat PKI terhadap HMI tertanam. Dendam disertai benci itu nampak sangat menonjol pada tahun '64-'65, disaat-saat menjelang meletusnya G30S/PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Pertumbuhan dan Perkembangan HMI (1950-1963)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama para kader HMI banyak yang terjun ke gelanggang pertempuran melawan pihak-pihak agresor, selama itu pula pembinaan organisasi terabaikan. Namun hal itu dilakukan secara sadar, karena itu semua untuk merealisir tujuan dari HMI sendiri, serta dwi tugasnya yakni tugas Agama dan tugas Bangsa. Maka dengan adanya penyerahan kedaulatan Rakyat tanggal 27 Desember 1949, mahasiswa yang berniat untuk melanjutkan kuliahnya bermunculan di Yogyakarta. Sejak tahun 1950 dilaksankanlah tugas-tugas konsolidasi internal organisasi. Disadari bahwa konsolidasi organisasi adalah masalah besar sepanjang masa. Bulan Juli 1951 PB HMI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Tantangan (1964 - 1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendam sejarah PKI kepada HMI merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi HMI. Setelah agitasi-agitasinya berhasil membubarkan Masyumi dan GPII, PKI menganggap HMI adalah kekuatan ketiga ummat Islam. Begitu bersemangatnya PKI dan simpatisannya dalam membubarkan HMI, terlihat dalam segala aksi-aksinya, Mulai dari hasutan, fitnah, propaganda hingga aksi-aksi riil berupa penculikan, dsb.&lt;br /&gt;Usaha-usaha yang gigih dari kaum komunis dalam membubarkan HMI ternyata tidak menjadi kenyataan, dan sejarahpun telah membeberkan dengan jelas siapa yang kontra revolusi, PKI dengan puncak aksi pada tanggal 30 September 1965 telah membuatnya sebagai salah satu organisasi terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Kebangkitan HMI sebagai Pelopor Orde Baru (1966 - 1968)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMI sebagai sumber insani bangsa turut mempelopori tegaknya Orde Baru untuk menghapuskan orde lama yang sarat dengan ketotaliterannya. Usaha-usaha itu tampak antara lain HMI melalui Wakil Ketua PB Mari'ie Muhammad memprakasai Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) 25 Oktober 1965 yang bertugas antara lain : 1) Mengamankan Pancasila. 2) Memperkuat bantuan kepada ABRI dalam penumpasan Gestapu/ PKI sampai ke akar-akarnya. Masa aksi KAMI yang pertama berupa Rapat Umum dilaksanakan tanggal 3 Nopember 1965 di halaman Fakultas Kedokteran UI Salemba Jakarta, dimana barisan HMI menunjukan superioitasnya dengan massanya yang terbesar. Puncak aksi KAMI terjadi pada tanggal 10 Januari 1966 yang mengumandangkan tuntutan rakyat dalam bentuk Tritura yang terkenal itu. Tuntutan tersebut ternyata mendapat perlakuan yang represif dari aparat keamanan sehingga tidak sedikit dari pihak mahasiswa menjadi korban. Diantaranya antara lain : Arif rahman Hakim, Zubaidah di Jakarta, Aris Munandar, Margono yang gugur di Yogyakarta, Hasannudin di Banjarmasin, Muhammad Syarif al-Kadri di Makasar, kesemuanya merupakan pahlawan-pahlawan ampera yang berjuang tanpa pamrih dan semata-mata demi kemaslahatan ummat serta keselamatan bangsa serta negara. Akhirnya puncak tututan tersebut berbuah hasil yang diharap-harapkan dengan keluarnya Supersemar sebagai tonggak sejarah berdirinya Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Pembangunan (1969 - 1970)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Orde Baru mantap, Pancasila dilaksanakan secara murni serta konsekuen (meski hal ini perlu kajian lagi secara mendalam), maka sejak tanggal 1 April 1969 dimulailah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). HMI pun sesuai dengan 5 aspek pemikirannya turut pula memberikan sumbangan serta partisipasinya dalam era awal pembagunan. Bentuk-bentuk partisipasi HMI baik anggotanya maupun yang telah menjadi alumni meliputi diantaranya : 1) partisipasi dalam pembentukan suasana, situasi dan iklim yang memungkinkan dilaksanakannya pembangunan, 2) partisipasi dalam pemberian konsep-konsep dalam berbagai aspek pemikiran 3) partisipasi dalam bentuk pelaksana langsung dari pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Pergolakan dan Pembaharuan Pemikiran (1970 - sekarang )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ciri khas yang dibina oleh HMI, diantaranya adalah kebebasan berpikir dikalangan anggotanya, karena pada hakikatnya timbulnya pembaharuan karena adanya pemikiran yang bersifat dinamis dari masing-masing individu. Disebutkan bahwa fase pergolakan pemikiran ini muncul pada tahun 1970, tetapi geja-gejalanya telah nampak pada tahun 1968. Namun klimaksnya memang terjadi pada tahun 1970 di mana secara relatif masalah- masalah intern organisasi yang rutin telah terselesaikan. Sementara di sisi lain, persoalan ekstern muncul menghadang dengan segudang problema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahittaufiq  wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamualaikum war. wab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-5157891873861518122?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2007/12/sejarah-hmi.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-2174238661492621276</guid><pubDate>Wed, 28 Nov 2007 16:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-28T08:27:45.962-08:00</atom:updated><title>siapa liberal !!!!</title><description>liberalisme...&lt;br /&gt;kata yang di tujukan kepada kawan-kawan HMI di mana saja, kata-kata yang sangat menusuk...&lt;br /&gt;merdeka bukan berarti liberal !&lt;br /&gt;dalami HMI.. maka dari setiap kalian akan tau.. siapa HMI itu sebenarnya !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-2174238661492621276?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2007/11/siapa-liberal.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4985741976136481170.post-6808006691594467397</guid><pubDate>Wed, 28 Nov 2007 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-28T08:23:40.626-08:00</atom:updated><title>paradigma merdeka</title><description>setiap manusia atau nsan di ciptakan dan terlahir dalam keadaan merdeka.. maka jangan sekali-kali untuk merebut kemerdekaan yang di anugerakan daru Tuhannya....&lt;br /&gt;berfikir merdeka bukan berarti merebut kemerdekaan orang lain !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4985741976136481170-6808006691594467397?l=hmifaperta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmifaperta.blogspot.com/2007/11/paradigma-merdeka.html</link><author>noreply@blogger.com (HMI Pertanian)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>