Rabu, 04 November 2009
PARPOL "tUnGganGi" OMEK ???!!!!
sedang Dwi selaku Pembantu Rektor III tidak mau kalah dengan pernyataannya "...biasanya organisasi ekstra kampus UNDERBOND dari politik, kalau masing-masing sudah membawa parpol masing-masing, apa jadinya? kan tidak netral lagi kan..."
pernyataan hal tersebut SANGAT BERTOLAK BELAKANG dengan Himpunan Mahasiswa Islam yang sealu menjaga Kontitusi (AD : 6 mengenai Independensi Organisasi dan sifat Independen HMI dalam HASIL-HASIL KONGGRES XXVI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM, PALEMBANG 2008). disana di jelaskan bahwa indepnden HMi terdapat dua sifat, yakni Independen ETIS dan ORGANISATORIS.....yang secara etis merupakan karakteristik dan kepribadian HMI...
LAWAN KAWAN !!!!
TUNTUT!!
KITA SUDAH SAATNYA BANGUN !!
YAKIN USAHA SAMPAI !!!
Minggu, 04 Oktober 2009
HmI ngapain aja sich...kmaren
kawan yang terhormat...
dlam sebulan yang lalu..komisariat dah bertambah keluarga baru niiii
dalam acara ramadhan kemaren...
ada aksi damai ramdhan...
buka bersama yang di hadiri alumni hmi...
yunda2 dari peternakan dan komunikasi pertanian....
halalbihalal ....yang dilaksanankan di LPTP juga mewarnai agenda HmI capel ni...
wah..banyak ketemu ma alumni...nambah pengalaman...
nambah ilmu...dan motivasi unutk masa depan...heee
tapi sayang...yang biasanya di hadiri kanda Akbar Tanjung..
pada kesempatan kmarin,,, yang biasa di sapa bang akbar ni g bisa dateng....
tapi hal tersebut tidak mengurangi iklim keHMIan di acara tersebut..
karena beberapa rektor juga dateng..dari UNIBA, UNS serta UMS yang juga dari Alumni HmI...
acaranya seru abiz kawan...
di meriahkan artis2 HMI...heee
yang menghibur dengan lagu "bunga2 kecil"
agenda ke depan HMI Pertanian mengadakan rasufle terkait dengan penambahan aparat
(alkhamdulillah...)
dan bakti sosial HMI peduli di jalan dan daerah kampus....
itu saja ...
tunggu kabar berikutnya dari HMI Faperta UNS.....
^_^
Jumat, 10 Juli 2009
KLARIFIKASI, PERNYATAAN SIKAP DAN HAK JAWAB
Hingar bingar konstelasi politik Indonesia memasuki tahap-tahap puncaknya. Dalam konteks ini adalah Pemilu 2009. Pemilu adalah puncak dari demokratisasi. Pemilu diharapkan menjadi sebuah jalan untuk memilih pemimpin bangsa yang nantinya akan memegang amanah dari rakyat dan bertugas untuk menyejahterakannya sekaligus membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
HMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa tertua dan terbesar dimana hingga kini telah berusia lebih dari 62 tahun sejak kelahirannya pada 5 Februari 1947 lalu berperan sebagai moral force (kekuatan moral) dan kelompok penekan (pressure group) sehingga dengan adanya peran ini mewajibkan HMI untuk berada di luar struktur kekuasaan ataupun kebijakan yang berjalan. Dalam hal ini, HMI haruslah independen dalam setiap gerak langkahnya. Untuk itu, konstelasi politik semisal Pemilu 2009 merupakan lingkup kecil dari upaya pengimpelementasian independensi itu. Karena memang pada realitasnya independensi HMI tidak hanya ada pada momen-momen Pemilu dan politik lainnya, melainkan HMI berkewajiban memegang prinsip independensi ini dengan kokoh dan tanpa tawar-menawar dalam seluruh aktivitas keorganisasiannya.
Perihal betapa penting dan utamanya independensi HMI ini telah termaktub dan diatur dalam konstitusi HMI yakni terdapat pada Pasal 6 Anggaran Dasar HMI mengenai sifat bahwa HMI bersifat Independen. Penjelasan ke-independensi-an HMI dirangkum dalam Tafsir Independensi HMI yang menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan aktivitas-aktivitas organisasi.
Dimana dijelaskan bahwa independensi HMI dibagi dalam dua macam bentuk independensi yaitu independensi etis dan independensi organisatoris. Independensi Etis adalah keberpihakan HMI terhadap kebenaran, selalu meletakkan persoalan dengan sudut pandang obyektif, rasional dan kritis, bersikap bebas, terbuka dan merdeka, bervisi progresif dan dinamis, dan demokratis, jujur dan adil.
Sedangkan Independensi Organisatoris adalah watak independesi HMI yang teraktualisasi secara organisasi di dalam kiprah dinamika HMI baik dalam kehidupan intern organisasi maupun dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Dalam menegakkan independensi HMI secara organisatoris, anggota HMI harus tunduk kepada ketentuan-ketentuan organisasi serta melaksanakan kewajiban dan tugas organisasi sebagaimana diatur dengan baik. Kedua-duanya menjadi suatu kesatuan (unity) yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalankan segala gerak langkah HMI.
Berdasarkan prinsip independensi tersebut, maka derivasi (penurunan) dari tafsir independensi menegaskan bahwa anggota HMI dilarang menjadi bagian dari partai politik baik sebagai anggota dan/atau pengurus maupun berada dalam sayap politik (tim sukses, underbouw partai dll.) dan sanksi yang diberikan sudah sangat jelas dan tegas adalah berupa pemecatan dari keanggotaan HMI.
HMI Cabang Surakarta sebagai bagian dari masyarakat Kota Surakarta, berperan aktif dalam pelaksanaan Pilpres pada 8 Juli 2009. Peran HMI sebagai moral forces dan pressure group menganggap pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden haruslah mendapat perhatian dari kami. Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan Pilpres menjadi pilihan gerakan kami. Berdasarkan pilihan gerakan tersebut kami pada tanggal 6 Juli 2009, mendeklarasikan relawan pemantauan pemilihan umum pemilihan presiden dengan pernyataan sikap sebagai berikut :
- Pemilihan presiden dan wakil presiden yang adil, jujur, damai dan tanpa campur tangan dari pihak manapun.
- Keharusan independensi TNI dan POLRI dalam pemilihan umum 2009. Membuka akses pendidikan untuk seluruh rakyat dan menolak privatisasi pendidikan dengan mencabut UU BHP.
- Mewujudkan gerakan mahasiswa yang independen.
Terkait mengenai pemberitaan di harian Solopos pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2009, yang memberitakan penolakan Panitia Pengawas Kecamatan (PANWASCAM) Jebres terhadap relawan pemantau pemilihan presiden dari HMI dengan judul “Panwascam Jebres tolak 50 pemantau HMI”. Maka dengan ini kami Pengurus HMI Cabang Surakarta memberikan klarifikasi kepada seluruh khalayak masyarakat dan hak jawab kepada Panwascam Jebres:
- Bahwa benar terjadi pembekalan saksi dari tim sukses pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono yang dibuktikan dari surat permohonan pemakaian tempat dari Panitia Pelatihan Saksi Tim Sukses SBY-Boediono, Kecamatan Jebres;
- Bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya dengan HMI Cabang Surakarta;
- Bahwa Gedung Insan Cita (GIC) yang beralamat di jalan Kabut adalah gedung HMI yang dikelola oleh Yayasan Bakti Empat Tujuh (YBET) dan dapat dipakai oleh pihak manapun karena dikomersialkan;
- Bahwa HMI adalah organisasi yang tidak memihak kelompok pasangan calon presiden manapun yang sudah kami jelaskan diatas mengenai Sifat Independensi HMI sebagai sebuah harga mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar.
- Bahwa ketika kami konfirmasi dengan pelaksana dari kegiatan Pembekalan Saksi Tim Sukses SBY-Boediono yaitu Sdr. Agus Purnomo (085725076958) disinyalir sebagai pengurus organisasi mahasiswa yaitu Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Solo; khusus mengenai hal ini kami dari HMI menghimbau kepada seluruh Gerakan Mahasiswa untuk senantiasa menjunjung tinggi independensi dan idealisme yang ada.
Setelah pemberitaan tersebut, kami Pengurus HMI Cabang Surakarta segera berupaya mengklarifikasi kepada bapak Muttaqin selaku Ketua Panwascam Jebres bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di GIC adalah murni kegiatan yang dilakukan oleh tim Sukses SBY-Boediono, sebagaimana yang dibuktikan dengan surat permohonan pemakaian tempat dan kuitansi penyewaan gedung tersebut.
Dimana sebelumnya Panwascam Jebres, baru akan percaya bahwa HMI itu benar-benar independen apabila kawan-kawan HMI bisa menunjukkan kwitansi sewa menyewa kegiatan tersebut sebagai bukti gedung GIC memang disewakan atau dikomersialkan. Sementara itu, setelah kami dari HMI berhasil menunjukkan bukti yang diminta tadi. Pihak Panwascam sendiri setelah ini berjanji akan mengklarifikasi bahwa pemberitaan yang dimuat di harian Solopos tanggal 9 Juli 2009 adalah murni terjadi kekeliruan dan mengakui bahwa HMI bersifat Independen dan netral terhadap pelaksanaan acara tersebut.
Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kita bersama untuk menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
Billahittaufiq wal hidayah Wassalammualaikum Wr. Wb.
Senin, 08 Juni 2009
LK 1
dalam Lk 1 ini, HmI komisariat Fakultas Pertanian mendapatkeluarga baru, walaupun hanya 1, namun tidak kalah dengan 10 orang biasa.
YAKUSA
Kamis, 14 Mei 2009
MAPERCA HMI KOMISARIAT PERTANIAN
Alhamdulillahhirobbilalamin puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat serta karunianya sehingga acara MAPERCA HMI Komisariat PERTANIAN dapat terlaksana dengan lancar. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap teman-teman lain yang telah membantu mensukseskan acara ini antara lain para pengurus HMI Cab. Surakarta dan perwakilan teman-teman dari Komisariat HUKUM, Komisariat FISIP dan Komisariat Ekonomi serta para calon-calon kader HMI yang nantinya insayaallah dapat bergabung dan berproses di HMI. Acara MAPERCA kali ini antara lain perkenalan, menonton film bareng tentang tokoh-tokoh HMI dan sharing bersama Ketua Umum Cabang HMI Surakarta. Alhamdulillah acara dapat terselenggara dengan baik meski persiapannya dalam waktu yang singkat, ini semua tidak akan terjadi tanpa bantuan dan dukungan dari teman-teman seperjuangan di HMI. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama memberikan hasil yang terbaik untuk HMI kedepannya. Menyambut para calon kader yang nantinya akan berproses bersama kita di HMI. Bahagia HMI, YAKUSA!!!
Wassalamualaikum wr.wb
